Uncategorized

KELOLA HIPERTENSI HARUS PASTI (LOPER HATI)

Loper Hati merupakah inovasi kegiatan sebagai tindak lanjut dari hasil pendataan PIS PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Data ini diperkuat dengan hasil bahwasanya hipertensi menduduki peringkat pertama yang harus dilakukan penanganan. Dari sisi kunjungan, Hipertensi merupakan penyakit dengan kunjungan tertinggi pada sepuluh besar penyakit di Puskesmas Prambanan. Sementara itu dilapangan masih banyak penderita hipertensi yang tidak melakukan pengobatan sesuai standar. Hasil selengkapnya pendataan PIS PK adalah sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung. Tekanan darah dibagi 2 menjadi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat otot jantung relaksasi, sebelum kembali memompa darah. Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik, dan memiliki angka yang lebih tinggi.

Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA, pada tahun 2017, tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Normal: berada di bawah 120/80 mmHg.
  • Meningkat: berkisar antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan >80 mmHg untuk tekanan diastolik.
  • Hipertensi tingkat 1: 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 2: 140/90 atau lebih tinggi.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:

  • Kehamilan
  • Kecanduan alkohol
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan pernapasan saat tidur.

 

Komplikasi Hipertensi

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit atau komplikasi serius, seperti:

  • Aterosklerosis
  • Kehilangan penglihatan
  • Terbentuk aneurisma
  • Gagal ginjal

 

Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:

  • Lanjut usia
  • Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Jarang berolahraga.

 

Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi

Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa pasien hipertensi diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah seumur hidupnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin, terutama bila memiliki faktor risiko hipertensi.

Cara sederhana mengontrol tekanan darah yaitu:

1.  Makan makanan yang lebih sehat

Penderita hipertensi haruus dapat mengontrol asupan makanan dengan kandungan Natrium yang tinggi. Lewat penelitian yang dilakukan The National HeartLungBlood Institute (NHLBI) di Amerika, penderita hipertensi sangat dianjurkan untuk menerapkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Metode diet ini dinilai bisa menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah, sehingga risiko penyakit jantung bisa diturunkan.

Diet DASH mengutamakan beberapa aspek, yaitu:

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Konsumsi produk olahan susu rendah lemak atau tanpa lemak
  • Perbanyak konsumsi ikan, daging unggas (ayam, bebek), kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, dan makanan yang berasal dari gandum
  • Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan lemak trans
  • Batasi asupan garam, gula, dan yang bersifat manis.

 

Oleh sebab itu perbanyaklah makan makanan sehat, seperti buah dan sayur yang kaya serat, vitamin, kalium, antioksidan, dan magnesium. Sejumlah penelitian menemukan bahwa asupan serat tinggi terbukti mampu mengontrol angka tekanan darah sistolik dan diastolik bagi pengidap hipertensi.

 

2.     Berolahraga secara teratur

Aktif bergerak adalah kunci hidup sehat. Hal ini juga berlaku jika ingin mengontrol tekanan darah. Olahraga teratur merupakan cara efektif untuk mengurangi risiko hipertensi dan membantu mengontrol tekanan darah tinggi pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit tersebut. Beberapa olah raga yang dapat dilakukan adalah: jalan kaki, naik turun tangga, atau sekadar bersih-bersih rumah.

 

3.     Menjaga berat badan yang sehat

Obesitas dan kelebihan berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi. Oleh sebab itu, menjaga berat badan yang sehat adalah cara sederhana lainnya yang dapat lakukan untuk mengontrol tekanan darah. Selain memperparah kondisi hipertensi, berat badan yang tidak terkontrol juga berpotensi mendatangkan berbagai penyakit lain, misalnya diabetes mellitus. Jika diabetes terjadi bersamaan dengan hipertensi, perjalanan penyakit akan semakin buruk dan penderita hipertensi sulit untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik. Atas dasar itu, penderita hipertensi yang kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badan ke rentang ideal. Penurunan berat badan setiap 1 kg berbanding lurus dengan penurunan tekanan darah 1 mmgHg.

 

4. Mengelola stres

Stress dapat menjadi pemicu penyakit pada seseorang, bahkan bisa memperberat penyakit yang sudah diidapnya. Oleh sebab itu, penting untuk mengelola stres sebaik mungkin sebagai upaya mengontrol tekanan darah. Misalnya dengan mendengarkan musik, curhat, atau meditasi.  Meditasi atau berbagi cerita tentang masalah yang dialami dengan orang-orang terdekat. Selain itu, pastikan pula memiliki waktu tidur malam yang cukup, yaitu 7–8 jam per hari.

 

4.  Berhenti merokok dan minum alkohol

 

Merokok dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, stroke, serangan jantung, dan bahkan kanker. Sayangnya, banyak orang yang tidak peduli dengan bahaya tersebut. Padahal, bahaya merokok sudah terang-terangan disebutkan di berbagai media, termasuk pada bungkusnya. Merokok dapat memperburuk kondisi hipertensi. Pasalnya, rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah arteri. Sementara itu, konsumsi alkohol berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Semakin banyak alkohol yang masuk ke tubuh, tekanan darah akan cenderung tinggi dan sulit stabil. Selain merokok, juga harus menghindari minum minuman beralkohol.

 

6. Minum obat hipertensi sesuai resep dokter

Penderita hipertensi harus rutin minum obat sesuai dengan resep dokter. Bila obat hipertensi tidak diminum sesuai dengan ketentuan, tekanan darah bisa tak terkendali.

 

7. Rutin cek tekanan darah

Kontrol tekanan darah secara teratur juga merupakan kunci untuk mengontrol hipertensi. Dengan memantau tekanan darah secara rutin, maka bisa segera melakukan tindak pencegahan ketika tekanan darah terus-menerus lebih tinggi dari biasanya. Orang yang mengalami hipertensi umumnya memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg setiap kali dilakukan pemeriksaan.

Tekanan darah harus terus dipantau secara teratur, guna melihat perkembangan penyakit dan mengantisipasi komplikasi. Di samping itu, kontrol rutin ke dokter juga perlu dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan dengan lebih detail. Dengan ini semua, diharapkan penyakit hipertensi yang dialami bisa benar-benar terpantau dan terkendali. Menerapkan gaya hidup sehat sangat penting untuk pencegahan hipertensi dan mengontrol tekanan darah. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, ada banyak keuantungan seperti:

 

Perlu dipahami bahwa penyakit ini membutuhkan konsistensi dalam memperbaiki gaya hidup agar lebih sehat dan ketekunan dalam hal pengobatan. Jangan pernah putus asa, dan tetaplah berusaha sekuat tenaga agar hipertensi bisa sepenuhnya dikendalikan.

Dalam hal penguatan kebijakan, Puskesmas Prambanan telah menggandeng seluruh stakeholder mulai dari lintas sektoral tingkat kecamatan hingga di tingkat padukuhan. Setiap tahun pihak Kecamatan, desa dan padukuhan dihimbau untuk menganggarkan kegiatan Loper hati. Dengan demikian kesianmbungan akan terjalin dengan baik. Bimbingan teknis telah dilakukan pada para kader ditingkat padukuhan sehingga penanganan pada masalah ini segera cepat teratasi.

Disusun oleh,
Toto Suharto, SKM, M.Kes

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *